Pemikiran Aliran Rational Expectation (Ratex)

Sebagaimana diketahui bahwa sekitar tahun 1970-an dan 1980-an terjadi perdebatan di antara pakar ekonomi, ketika itu muncul pemikiran-pemikiran baru yang kontra terhadap pemikiran Keynes dan Neo-Klasik yang dianggap sudah tidak mampu memecahkan permasalahan ekonomi pada masa tersebut. Kelompok pemikir yang muncul pada masa itu dinamakan Rational Expectation (RATEX), pemikir inil  yang mengembangkan  Rational Expectation Theory.

Uraian tersebut sejalan dengan pendapat  Djojohadikusumo (1991:148) Teori RATEX merupakan kontra revolusi para pemikir ekonomi yang menentang  mazhab Keynes dan Neo-Klasik. Sejak awal tahun  tahun 1980-an pemikiran RATEX sangat berpengaruh  di kalangan akademik , hususnya di Amerika Serikat. Pemikir aliran RATEX banyak melakukan kritik terhadap pandangan-pandangan Keynes, khususnya tentang pentingnya campur tangan pemerintah, implementasi kebijakan fine-tuning dan pengaruh ekspektasi terhadap pola konsumsi masyarakat.

Aliran Ratex dikenal pula sebagai aliran Klasik baru yang dikembangkan oleh Robert  E. Lucas, Jr dari Universitas Chicago, Thomas Sargen dari Hoover Institution, Neil Wallace dan Edward Prescot dari Univesitas Minnesota dan Robert Barro dari universitas Harvard.  Aliran ini muncul sebagai respons terhadap munculnya masalah stagflasi yang terjadi pada akhir tahun 1970-an, yaitu masalah kombinasi antara pengangguran dan inflasi yang terjadi secara bersaamaan. Esensi atau hakekat dari aliran ini adalah asumsi bahwa pasar akan terus menerus berada dalam keseimbangan dan adanya ekpektasi rasional dari pelaku ekonomi.

Garis besar pandangan pemikir-pemikir aliran Ratex dapat diringkas sebagai berikut :

  1. Pekonomian pasar pada dasarnya adalah stabil
  2. Fleksibilitas upah dan harga akan menciptakan sifat-sifat koreksi secara otomatis yang kuat
  3. Mayarakat melakukan ekspektasi yang rasional dalam aktivitas ekonominya
  4. Uang adalah netral (Money Neutrality)
  5. Kebijakan stabilisasi makroekonomi adalah tidak efektif, setiap perubahan dalam kebijakan makroekonomi  yang bersifat diskresioner dapat diantisipasi oleh para pelaku ekonomi.

Para pemikir aliran Ratex menganjurkan agar pemerintah melakukan kebijakan yang bersifat gebrakan (suprises), agar para pelaku ekonomi akan sulit untuk menperkirakan atau mengantisipasi dampak yang akan ditimbulkan kebijakan tersebut.

Aliran Ratex telah memikirkan tentang pelaku ekonomi yang bertindak berdasarkan ekspektasi yang rasional dan menganggap bahwa  perekonomian pasar adalah stabil, serta menganjurkan kebijakan yang bersifat gebrakan, sehingga dampak kebijakan tersebut  tidak dapat diantisipasi oleh pelaku ekonomi. Hanya dengan begitu maka implementasi kebijakan ekonomi akan menjadi lebih efektif.

Para pemikir aliran Ratex tidak menggunakan data historis dalam melakukan analisis ekonomi dan tidak mepertimbangkan pengaruh faktor non-ekonomi terhadap kinerja makroekonomi serta tidak memberi ruang adanya intervensi pemerintah dalam mengatur perekonomian melalui kebijakan yang bersifat aktif.

Pemikiran aliran Ratex yang masih relevan dengan kondisi sekarang adalah konsepsinya tentang pelaku ekonomi yang bertindak berdasarkan ekspektasi yang rasional dan perlunya kebijakan yang bersifat gebrakan .

Post a Comment

Previous Post Next Post