Barang Barang Ekonomi

Ilmu ekonomi hanya memepersoalkan barang-barang yang memeiliki sifat-sifat : (1) berguna bagi manusia dan (2)langka.Benda-bendayangmemilikikeduasifat tersebut dinamakanbenda-bendaekonom.

Benda-benda ekonomi dapatdikelompokkansebagaiberikut:

a. Barang)goods/commodities)
Barang-barangmerupakan sesuatu yangberwujudatau dapatdirabasecarafisikmisalnyabahan bangunan,bahansandangdan bahan papan lainnya.Jenis barang-barang sepertiini tidakperludikonsumsi padasaat diproduksi,karenamereka dapat disimpan pada suatu tempatuntukmenyimpan persediaan.

b. Jasa-Jasa(service)
Jasa-jasa merupakan sesuatu yangtak berwujud, artinya jasa-jasayangtersedia tidak dapat kita sentuh,misalnya jasabengkel, jasa perbaikan komputer maupun jasapengantaran seperti ojek. Jenis jasaini tidak dapat disimpan seperti halnya barang-barang.

Winardi (2010:3) menyatakan bahwa orang-orang menginginkan barang-barang ekonomi karena mereka dapat memuaskan kebutuhan tertentu. Kepuasan yang diperoleh dari mengkonsumsi suatu barang dan jasa dinyatakan sebagai guna atau manfaat (utility). Penciptaan barang-barang yang mempunyai guna atau manfaat dinamakan produksi. Produksi dilaksanakan melalui bantuan sumberdaya (manusia dan alam). 

Kebutuhan masyarakat harus dipenuhi, untuk alasan itu maka perlu adanya proses produksi. Proses ini membutuhkan faktor-faktor produksi, baik yang telah disediakan oleh alam maupun yang diciptakan oleh manusia. Faktor-faktor produksi juga dinamakan sumber daya (resources). Faktor-faktor produksi dimiliki oleh suatu perekonomian akan menentukan besar kecil kemampuan suatu negara dalam menghasilkan barang dan jasa. Para ahli ekonomi membedakan faktor-faktor produksi ke dalam empat jenis, yaitu:
  • Tanah dan sumberdaya alam, meliputi tanah/lahan, barang tambang, hasil hutan, sumber alam yang dapat dijadikan modal (misalnya air/sungai yang dapat dibendung untuk irigasi dan pembangkit listrik tenaga hidro, wahana rekreasi serta untuk pengembangan perikanan).
  • Tenaga kerja, yang perlu diperhatikan dari faktor produksi ini adalah baik dari segi jumlah maupun segi kualitas tenaga kerja. Jumlah tenaga kerja yang banyak tapi tidak dibarengi kualitas yang memadai hanya akan menjadi beban pembangunan. Oleh karena yang sangat penting bagi tenaga kerja adalah segi kualitasnya karena segi inilah yang paling menentukan kemampuan suatu negara dalam mengelola sumberdaya yang lain untuk menghasilkan barang dan jasa.
Tenaga kerja dapat dikelompokkan sebagai berikut:
  1. Tenaga kerja kasar atau sering pula dinamakan tenaga kerja yang tidak memiliki pendidikan atau rendah pendidikannya. Akibatnya, mereka tidak memiliki keahlian dan keterampilan dalam suatu pekerjaan. 
  2. Tenaga kerja terampil adalah tenaga kerja yang memiliki keahlian dari pelatihan (training) dan pengalaman kerja, misalnya tukang kayu (mobiler), montir mobil (bengkel), tukang las, reparasi hand phone.
  3. Tenaga kerja terdidik (tenaga ahli) adalah tenaga kerja yang memiliki pendidikan yang cukup dan keahlian pada bidang tertentu,misalnya akuntan, dokter, ahli ekonomi dan keuangan, ahli astronomi, ahli pesawat terbang dan ahli pertanian dan sebagainya.
Modal. Faktor produksi jenis ini diciptakan atau diadakan dan digunakan oleh manusia dalam memproduksi barang dan jasa bagi kebutuhan manusia, misalnya pelabuhan, jaringan kereta api, waduk/irigasi, pengairan, bangunan pabrik, mesin-mesin dan peralatan pabrik serta alat-alat pengangkutan dan lain sebagainya.

Entrepreneur (kewirausahaan), faktor produksi ini berupa keahlian dan kemampuan manusia (pengusaha) untuk mendirikan dan mengembangkan berbagai kegiatan usaha. Faktor kewirausahaan sangat memengaruhi kemampuan suatu negara dalam menghasilkan barang dan jasa. Negara-negara yang memiliki jumlah wirausaha yang banyak memiliki kinerja ekonomi yang sangat maju, misalnya Singapura, Korea Selatan dan Jepang.


Post a Comment

Previous Post Next Post